MR dan APIP
Audit Berbasis Risiko dalam Konteks SPIP
Bagaimana audit berbasis risiko (ABR) terhubung dengan SPIP dan bagaimana APIP menggunakan profil risiko instansi untuk merencanakan pengawasan.
Audit Berbasis Risiko (ABR) adalah pendekatan perencanaan audit yang menempatkan risiko sebagai dasar utama penentuan prioritas pengawasan. Dalam kerangka IACM Level 3, ABR adalah standar minimal yang harus dipenuhi APIP.
Hubungan ABR dengan SPIP
ABR dan SPIP saling mengisi:
- SPIP menghasilkan register risiko dari penilaian risiko instansi
- ABR menggunakan register risiko sebagai input utama prioritasi audit
- Hasil audit memberikan umpan balik untuk pemutakhiran register risiko
Siklus ini membuat pengawasan intern semakin relevan dan responsif terhadap kondisi nyata instansi.
Langkah Perencanaan ABR
- Kumpulkan risk universe: semua area yang berpotensi diaudit
- Skor tiap area: berdasarkan level risiko, kualitas pengendalian, materialitas
- Prioritaskan: area dengan skor tertinggi masuk Program Kerja Pengawasan (PKP)
- Validasi: konfirmasi dengan pimpinan dan pertimbangkan kapasitas auditor
Syarat untuk ABR yang Efektif
- Register risiko yang berkualitas dari tiap unit kerja
- Pemahaman auditor tentang proses bisnis yang diaudit
- Akses ke data dan informasi yang relevan
- Dukungan pimpinan APIP
Tanpa register risiko yang baik, ABR tidak bisa dilakukan dengan efektif. Ini alasan APIP aktif membina unit kerja untuk menyusun register risiko yang akurat dan terukur.
Dalam IKK Itjen
Audit Kinerja Berbasis Risiko (HUB-13.01.CFM.02) adalah salah satu proses bisnis inti Itjen dan menjadi komponen dalam penilaian Elemen Peran dan Layanan IACM tiap Inspektorat.