SPIP Lanjutan
Kapabilitas APIP (IACM): Level 1 sampai Level 5
Panduan memahami Internal Audit Capability Model (IACM) sebagai kerangka mengukur kemampuan APIP dalam menjalankan fungsi pengawasan intern.
Internal Audit Capability Model (IACM) adalah kerangka yang mengukur kemampuan APIP dalam menjalankan fungsi pengawasan intern. Dalam SPIP Terintegrasi, kapabilitas APIP adalah salah satu dari tiga komponen penilaian.
Mengapa IACM Penting?
SPIP yang baik membutuhkan APIP yang mampu. IACM mengukur bukan hanya apakah APIP sudah melakukan audit, tapi seberapa berkualitas dan efektif audit yang dilakukan.
Level IACM yang rendah (1-2) menunjukkan APIP masih bersifat reaktif dan ad hoc. Level yang tinggi (4-5) menunjukkan APIP sudah proaktif, berbasis risiko, dan terintegrasi dengan tata kelola organisasi.
Lima Level IACM
| Level | Label | Karakteristik | |---|---|---| | 1 | Initial | Audit ad hoc, tidak terstruktur, bergantung individu | | 2 | Infrastructure | Ada infrastruktur dasar, tapi belum konsisten | | 3 | Integrated | Proses terstandarisasi, audit berbasis risiko, terintegrasi | | 4 | Managed | Diukur, dikelola, dan terus ditingkatkan | | 5 | Optimizing | Best practice, terus berinovasi |
Target nasional RPJMN 2025-2029 untuk Itjen K/L: Level 3.
Komponen Penilaian IACM
IACM dinilai berdasarkan elemen-elemen kapabilitas yang dikelompokkan dalam dua komponen:
Elemen Peran dan Layanan (Deliverables)
Mencakup empat topik:
- Audit Kinerja
- Audit Ketaatan (termasuk ADTT)
- Asurans atas GRC (Governance, Risk, Control)
- Jasa Konsultansi (Advisory Services)
Skor Elemen Peran dan Layanan adalah rata-rata dari keempat topik tersebut.
Elemen Dukungan Pengawasan
Mencakup aspek infrastruktur APIP: SDM, proses, teknologi, tata kelola, dan hubungan eksternal.
Hubungan IACM dengan IKP Itjen
Dalam Renstra Itjen 2025-2029, Skor Kapabilitas APIP (IACM) adalah IKP 2.1 dengan target:
- Baseline 2024: 3,30
- Target 2025: 3,42
- Target 2029: 4,00
IKK masing-masing Inspektorat (IKK 1.1, 2.1, 3.1, 4.1, 5.1) juga mengukur Skor Elemen Peran dan Layanan IACM per unit.
Proses Penilaian IACM
- Penilaian Mandiri (PM): APIP menilai kapabilitasnya sendiri
- Penjaminan Kualitas (PK): Tim internal memvalidasi PM
- Evaluasi BPKP: BPKP mengevaluasi dan menetapkan level final
Hasil evaluasi BPKP yang termuat dalam laporan adalah yang berlaku sebagai IKP resmi Itjen.
Implikasi untuk Auditor Junior
Level IACM yang tinggi berarti standar kualitas kerja yang lebih tinggi juga:
- Dokumentasi KKA yang lebih ketat
- Audit yang benar-benar berbasis risiko, bukan sekadar checklist
- Rekomendasi yang implementatif dan dipantau tindak lanjutnya
- Survei kepuasan auditi yang harus dijaga skornya
Auditor junior yang memahami IACM akan lebih mudah memahami mengapa standar tertentu diterapkan dalam penugasan.