Lanjut 8 menit

Tujuan Belajar

  • Menjelaskan konsep SPIP Terintegrasi sebagai gabungan 3 komponen penilaian
  • Membedakan definisi, bobot, dan cara ukur SPIP, MRI, dan IACM
  • Mengidentifikasi level terintegrasi dan deskripsi kondisi instansi per level
  • Menghubungkan nilai SPIP Terintegrasi dengan strategi perbaikan tata kelola

Status informasi Terakhir diperiksa terhadap sumber resmi pada 28 Juni 2026.

Latar Belakang Integrasi Penilaian

Sebelum Peraturan BPKP 5/2021, penilaian SPIP, MRI, dan IACM dilakukan secara terpisah sehingga hasilnya tidak memberikan gambaran holistik tentang kualitas pengendalian intern. Integrasi ketiga komponen ini merespons kebutuhan evaluasi yang lebih komprehensif.

Logika Integrasi

Ketiga komponen mencerminkan tiga perspektif yang saling melengkapi: SPIP (bagaimana sistem pengendalian dibangun), MRI (bagaimana risiko dikelola secara aktif), dan IACM (seberapa kuat pengawasan internal mendukung sistem tersebut). Tanpa ketiga dimensi ini, nilai pengendalian intern tidak akan lengkap.

Implikasi Praktis untuk Instansi

Instansi perlu memastikan bahwa perbaikan tidak hanya terfokus pada satu komponen. Meningkatkan maturitas SPIP tanpa memperkuat kapabilitas APIP atau manajemen risiko akan membatasi nilai akhir yang bisa dicapai dalam penilaian SPIP Terintegrasi.

Checkpoint

Pastikan kamu bisa menjawab pertanyaan ini sebelum lanjut:

1Apa tiga komponen yang membentuk nilai SPIP Terintegrasi?
2Komponen mana yang memiliki bobot terbesar dalam penilaian SPIP Terintegrasi?
3Bagaimana cara menghitung nilai akhir SPIP Terintegrasi dari tiga komponen?

rujukan

Sumber resmi

  1. Peraturan BPKP No. 5 Tahun 2021 tentang Penilaian Maturitas SPIP Terintegrasi
  2. PP No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah